Tampilkan postingan dengan label Review Film Karya anak bangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Film Karya anak bangsa. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

~ Test Pack: You're my Baby | 2012



Director: 
Monty Tiwa

Script: 
Aditya Mulya

Cast:
Reza Rahadian: Rahmat
Acha Septriasa: Tata
Renata Kusmanto: Shinta

Sinopsis:
Rahmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa) adalah pasangan muda, yang seperti pada umumnya pasangan yang telah menikah, mereka ingin secepatnya memiliki momongan. Ditambah lagi desakan dari Ibunya Rahmat (Ratna Riantiarno) yang menginginkan agar mereka secepatnya memiliki keturunan, secara tidak langsung membuat Tata menjadi stress dan uring-uringan.

Segala cara dilakukan Rahmat dan Tatha untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari mempraktekkan berbagai macam posisi bercinta yang dianggap berpotensi besar untuk secepatnya hamil, membeli alat Test kehamilan (Test Pack) berbagai macam merk, sampai akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melakukan In Vitro (mengambil sperma suami dan ovum istri untuk kemudian diproses di vitro) disalah satu klinik. Semua itu tetap Tata jalani dengan sabar, meski pada prosesnya, memberikan efek rasa tidak nyaman terhadap diri Tata.

Diluar masalah kehidupan rumah tangga, baik Rahmat dan Tata, masing2 memiliki karier yang bagus dan mapan.  Bahkan Tata mendapat peluang untuk mengembangkan kariernya di Bangkok, yang terpaksa ia tolak sehubungan dengan perjuangannya untuk memiliki keturunan tsb.


Namun konflik tidak berhenti dari perjuangan Rahmat dan Tata dalam mendapatkan keturunan. Ada orang ketiga yang mencoba masuk kedalam kehidupan pernikahan mereka. Shinta (Renata Kusmanto), seorang model  beken yang pernah mencampakkan Rahmat demi pria lain, datang kedalam kehidupan mereka. Pernikahan Shinta tengah diujung tanduk dan dalam proses untuk bercerai dengan suaminya (Dwi Sasono). Shinta dengan cukup gencar berusaha untuk kembali masuk kedalam kehidupan Rahmat, dimulai dari seringnya ia menelepon Rahmat, ngajak jalan, serta manuver-manuver lainnya.


Puncak dari film ini adalah, saat Tata mendapati kenyataan, tentang siapa  “kambing Hitam” sebenarnya dalam kehidupan perkawinan mereka yang pada akhirnya membuat Ia memutuskan untuk meninggalkan Rahmat untuk selama-lamanya.
Namun, apakah Rahmat akan membiarkan pernikahan mereka kandas begitu saja? Untuk kemudian kembali pada Shinta, cintanya dimasa lalu?? 

Koment:
Test Pack adalah semacam Film Indonesia berkategori bagus, yang memiliki pesan moral dan renungan didalamnya, yang membuat  kita sebagai penonton yang belum menikah, atau pasangan muda yang baru menikah dan memiliki problem seperti mereka memetik suatu manfaat didalamnya. 


Well, buat gw pribadi, memilih untuk menonton film Indonesia yang baik, biasanya dengan melihat deretan Cast yang ada didalamnya. Adanya nama Reza Rahadian dalam film ini, salah satu indicator yang cukup buat gw untuk menonton film ini, coz setau gw, dia termasuk sedikit dari Actor Indonesia yang tidak sembarangan mengambil peran dalam sebuah Film. Selain itu, ada nama Acha Septriasa yang gw cukup suka, serta wajah segar semacam Renata Kusmanto yang membuat film ini mempunyai daya tarik.

Untuk sang sutradara, Monty Tiwa..well, masih debatable. Coz banyak dari film2nya yang masuk dalam kategori mengecewakan buat gw, Maaf saya menghamili Istri anda salah satunya, selain beberapa naskah noraknya yang ia hasilkan di genre film Horor dan comedy.

Deretan cast pendukung dan cameo difilm ini juga cukup memberi daya tarik bagi film ini secara keseluruhan, seperti penampilan Merriam Bellina serta Jaja Miharja sebagai pasangan paruh baya yang tengah bermasalah dalam perkawinan mereka, ataupun penampilan sekilas Endhita sebagai wanita hamil, serta si cute Poppy Sovia. Namun ada juga beberapa dari penampilan cameo dari beberapa Pesohor Beken Indonesia yang cenderung maksa n mengganggu saat screen time mereka muncul dilayar, seperti Agung Hercules ataupun Oon Project Pop sebagai Dokter Peni S. Hate them both. 
Kenapa bukan Hire Andre Taulani aja si sebagai sang dokter? Coz Andre termasuk salah satu elemen yang membuat Sketsa Comedy OVJ menjadi Hits. Sedang OON? Dia merupakan salah satu yang tergarink dan tidak lucu lucu amat dari para Gank P-Project. *well, tetap, ini opini gw pribadi

Yep, film ini tidak melulu seserius tema and synopsis yg gw tulis diatas.. ada beberapa cuplikan (yang maunya) lucu didalamnya, dan sebagai sebuah karya anak bangsa, TEST PACK cukup watchable dan bagus!

7.5/10

Senin, 16 April 2012

#Hype The Raid


Jauh sebelum film ini ditayangkan resmi tgl 23 Maret bulan lalu, gaung nya dah mulai terasa saat film ini berhasil memenangkan People Choice Award untuk kategori Midnight Madness (Semacam Film yg menjadi Favorite penonton dr beberapa film dari negara lainnya yang ditayangkan diminggu yang sama)  di Toronto Film Festival, Th 2011 kemaren n sempat ditayangkan secara terbatas di Yogyakarta Desember akhir tahun kemaren. Tapi...karena ada kawinan salah satu Kolega *eeaaa Kolega...wkwkwkwk :p di Cipanas, akhirnya kesempatan emas buat nonton film The Raid lbh cepat dari penonton lainnya, terpaksa di skip ajah..well, no Big deal juga..

Ya ya ya... Hype film ini terasa begitu Super.."Super Hype" malah, bahkan gw pribadi yang selalu mentasbihkan diri sebagai seorang Moviefreak, rela antri untuk mendapatkan tiket film ini, beberapa jam sebelum Pintu Bioskop dibuka..bahkan, jauh sebelum pintu Mall dibuka *LOL

Parkir kendaraan di tempat parkir..menuju pintu masuk Mall Ambarukmo...damn! blm dibuka, tapi ga kehilangan akal, gw muter kepintu samping, n Yes! Pintu samping dah dibuka. Dengan gaya cool cenderung ndeso *eh, gw masuk. Ruangan mall masih gelap, banyak toko belum buka, bahkan escalator menuju lantai atas pun masih ditutup oleh sejenis rantai plastik.

Muter muter mall lantai bawah, n akhirnya tangga menuju lantai atas dibuka juga. Dengan langkah bergegas secepatnya menuju lantai atas, dimana letak 21 Cineplex berada.
N Guess what? ternyata sudah ada beberapa orang ngantri didepan pintu Bioskop yang belum dibuka, Well well, Moviefreak kota Jogja bukan gw sendiri aja tampaknya.
seperti Para Bebek pada umumnya..*eeaaa bebek.. dengan rapinya mereka membentuk 2 baris antrian rapi didepan pintu kaca bioskop.

Menit demi menit berlalu, bahkan si mbak mbak penjaga tiket pun datangnya jauh lebih lambat dari kita, sementara matahari semakin tinggi dan antrian bertambah panjang.

Singkat cerita, pintu bioskop dibuka oleh Pak Satpam. Serta merta barisan antrian yang sebelumnya rapi menjadi kocar kacir, para calon penonton berhamburan ke arah loket penjualan untuk secepatnya berada yang paling terdepan.
Dengan gaya slow motion, gw n yang lain mengerahkan kecepatan lari kami, sikut menyikut, jegal menjegal seperti Lomba Lari pada umumnya, demi menjadi yang terdepan untuk mendapatkan tiket The Raid.
Halah! abaikan dua paragraf terakhir diatas, mendadak setan Lebay merasuki sayah.

n Yes! gw menjadi salah satu orang pertama yang mendapatkan tiket tersebut, dengan posisi duduk PW.


Film nya sendiri? well, totally Worth it lah...Lupakan film Merantau yang beredar bbrp th sebelumnya, The Raid merupakan sejenis film Action yang benar-benar membawa level film Action Indonesia ke tingkat level yang lebih tinggi.

Lupakan plot cerita yang sebenarnya begitu sederhana: TIM SWAT MENYERBU SEBUAH GEDUNG YANG DIHUNI OLEH PARA KRIMINAL" , lupakan beberapa dialoq di film ini yang begitu corny n kaku, lupakan akting Piero Gruno yang kacrut juga, coz ni film seru abis, benar benar pemaksimalan terhadap koreografi silat yang indah sekaligus mematikan.

Lupa terhadap Pop Corn dan minuman yang udah dibeli sebelum kita nonton film ini, merupakan salah satu Bius nyata dari "indah"nya film THE RAID saat kita menyaksikan scene demi scene dari film ini dilayar..

yah, ditunggu lah sequel film ini yang mempunya Judul sementara: BERANDAL dimana sang sutradara, Gareth Evans, menjanjikan akan kemunculan karakter perempuan "Kick Ass" di film keduanya nanti.

Yep, film ini akan dibuat dalam bentuk Trilogy...