Selasa, 15 Januari 2013

House at the End of the Street



Sinopsis:
Sebagai bagian untuk memulai hidup barunya pasca bercerai, Sarah ( Elizabeth Shue) dan anak gadisnya, Elissa (Jennifer Lawrence) pindah dari Chicago, kesebuah rumah nyaman disebuah kota kecil yang lebih tenang, dengan pemandangan hutan asri yang terlihat dari pekarangan rumah.
Namun, Kota yang mereka tinggali sekarang, yang terlihat nyaman, ternyata menyimpan satu rahasia mencekam yang membayangi ketenangan kota kecil tersebut. Sarah dan Elissa baru mengetahui, bahwa tak jauh dari rumah yang mereka sewa tersebut, terdapat satu rumah dimana pernah terjadi peristiwa mengerikan didalamnya. Anak gadis pemilik rumah tersebut, membantai kedua orang tuanya hingga tewas dan keberadaan gadis itu juga tidak diketahui hingga sekarang, hilang tak berbekas setelah ia melakukan pembunuhan tersebut.
   
 Ryan (Max Thieriot) adalah anak laki-laki keluarga tersebut, yang selamat dari peristiwa tragis tersebut dan kini menempati rumah tsb. Dan meski Sarah dengan tegas melarang, Elissa malah menjalin pertemanan dengan Ryan, dimana tanpa diduga oleh Elissa, semakin dekatnya hubungannya dengan Ryan, semakin mendekatkan ia kepada satu rahasia besar yang lebih mengerikan dari apa yang ia, Sarah dan masyarakat sekitar bayangkan selama ini….
  
Koment:

The House at the End of the Street diperan utamai oleh Jennifer Lawrence, artis muda potensial yang baru saja menyabet Best Actress Comedy-Musical dipenyelenggaraan Golden Globe ke 70 tanggal 14 Januari kemarin lewat film Silver Linings Playbooks dan kembali dinominasikan sebagai Best Actress pada Oscar tahun ini. Terlepas JLaw bakal menang atau tidak di malam pengumuman pemenang Oscar Februari nanti, JLaw tetap merupakan komoditi panas Hollywood saat ini yang laris membintangi film-film besar Hollywood. Bahkan ia berhasil menaikkan Honornya  sekian juta dollar, untuk membintangi sequel dari Hunger Games, yaitu Catching Fire.

 Dalam film ini, meski acting JLaw tetap mengesankan dan diatas rata-rata artis seusianya, namun tetap secara keseluruhan, The House at the End of the Street sangat mengecewakan buat gw. Sangat tidak menegangkan ataupun “menakutkan” dan kentang sebagai sebuah film bergenre Horror-Thriller. Chemistry ibu anak antara JLaw dan Shue yang tidak meyakinkan, cerita and twist yang predictable and yaddayadda-yadda..

Yep, the House at the end of Street, buat gw merupakan satu film jelek yang cukup ditonton sekali saja.. factor JLaw dan genre film inilah yang membuat gw tertarik untuk menonton film ini… selebihnya… wasting

5/10

  


5 komentar:

tiki-chan mengatakan...

Jangan-jangan Ryan pembunuhnya?!?! -__-"

Sony Sony Sony mengatakan...

Nonton ajah klo mo tau jawabanny :p

tiki-chan mengatakan...

Katanya jelek, jadi saudara menyarankan saya untuk nonton film jelek?!? *hayoo loo*

Inas Qonita mengatakan...

bukannya anak gadis yg bunuh?

Sony Sony Sony mengatakan...

Waduh dah lupa, mari kita nonton ulang Nas? eh